Ketika berbicara mengenai pembelajaran, yang ada dibenak kita pasti tentang bagaimana gaya, strategi metode dan pencapaian belajar antara siswa dan guru. meskipun abad 21 sudah berjalan satu dekade lebih dalam dunia pendidkan sudah dirasakan adanya pergeseran dasar tentang cara berpikir dan tujuannya. Kemajuan dari perubahan tatanan yang dirasakan tersebut sangat dipengaruhi kemajuan Teknologi dan Sains. bahkan suatu negara dianggap sukses dan maju jika sistem pendidikannya memadai dalam konsen pembentukan karakter siswa dalam teknologi dan sains. bagaimana dengan para generasi siswa di negara kita ?
A. Pandangan dasar Belajar Abad 21.
Masuk Abad 21 memang banyak mengubah gaya hidup manusia, hal ini ditandai dengan hilangnya batasan batasan baik geografis maupun dalam demograsi. adanya Praktek globalisasi dan kemajuan teknologi informasi telah mengubah dunia ini menjadi layaknya sebuah generasi besar yang mana semua orang bisa saling berkomunikasi dimana pun dan kapan pun. Adapun dampak yang bisa kita rasakan dengan memasuki abad 21 lalu adalah
- Keterbukaan akses informasi yang bisa mengalir kemana saja
- Meningkatnya kerjasama dalam produksi suatu produk/jasa berdaya saing tinggi
- Perdagangan bebas yang semakin membludak
- Skill SDM yang bisa di tempat di negara manapun dalam skala besar
Jadi, Paradigma Pendidikan Nasional abad 21 dapat dirumuskan sebagai berikut,
1. untuk menghadapi abad 21 yang makin syarat dengan teknologi dan sains dalam masyarakat global,
maka
pendidikan kita haruslah beroreintasi pada ilmu pengetahuan matematika dan sains alam disertai dengan sains sosial dan kemanusiaan dengan
keseimbangan
yang wajar
2. Pendidikan ilmu pengetahuan bukan hanya membuat seorang peserta didik berpengetahuan, melainkan juga menganut sikap keilmuan, yaitu kritis, logis, analitis dan kreatif,
namun disertai pula dengan kemampuan beradaptasi
3. Pada setiap jenjang pendidikan
perlu ditanamkan
jiwa kemandirian, karena kemandirian pribadi mendasari
kemandirian bangsa,
kemandirian dalam
melakukan kerjasama yang saling menghargai dan menghormati.
Penerapan pendidikan gaya Abad 21 akan mampu mewujudkan cita-cita bangsa yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dihadapan masyarakat global dengan mengedepankan Teknologi dan sains sebagai acuan pembentukan pola belajarnya.
Sejalan dengan hal itu perlu adanya kesiapan dan persiapan baik dari kalangan siswa maupun guru mulai dari jenjang dasar sampai atas bahkan perguruan dimana selama ini konsumsi tertinggi dalam mengaplikasikan teknologi. Dalam hal ini Kementian Pendidikan memang telah merumuskan suatu cara pandang pembelajaran abad 21 ini dengan menekankan siswa sebagai sentral pembelajaran yang fokus nya mengarahkan para siswa untuk mampu mencari tahu dari berbagai sumber, berpikir analitis serta mampu berkolaboratif dalam memecahkan sebuah proyek yang dikerjakan.
| Ciri belajar abad 21 | Model pembelajaran | ||
| Informasi tersedia dimana saja | Pembelajaran mendorong siswa untuk mencari tahu dari berbagai sumber | ||
| Lebih terampil menggunakan komputasi | Pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah(menanya), bukan hanya menyelesaikan masalah | ||
| Otomasi (lebih mudah mengerjakan pekerjaan rutin dengan semakin modernya alat alat | Pembelajaran lebih diarahkan untuk berpikir kritis | ||
| komunikasi bisa dimana dan kapan saja | pembelajaran diarahkan tentang pentingnya berkolaboratif dalam menyelesaikan masalah |
Tidak bisa dipungkiri bahwa penerapan sistemm pembelajaran dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di negara kita seperti merombak kurikulum hingga saran pelatihan untuk para Pendidik hingga penataan Rancangan pembelajaran.
Upaya peningkatan mutu pendidikan memerlukan kerja
keras dari kita semua,
kemauan yang tinggi serta komitmen terhadap tugas,
mengingat
upaya peningkatan mutu pendidikan, banyak inovasi harus diciptakan, kreativitas ditumbuhkembangkan, dengan segala konsekuensi dan keuntungannya
Komentar
Posting Komentar